Sejarah WMI

Konsorsium Keilmuan Wahyu Memandu Ilmu pada awalnya dibentuk dengan nama Konsorsium Bidang Ilmu UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tahun 2006. Terpilih sebagai Ketua Konsorsium adalah Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir dan sekretaris Dr. H. Darun (Alm). Konsorsium ini bertugas mengelola perubahan paradigma keilmuan lama yang cenderung dikotomis dan fragmentaris kemudian merumuskan suatu paradigma keilmuan baru yang nondikotomis. Lembaga ini berhasil meletakkan dasar-dasar perubahan seluruh paradigma keilmuan baru di universitas Islam Indonesia pada saat itu, yakni “keilmuan non dikotomis” ke dalam spirit of science (scientific) Wahyu Memandu Ilmu (Konsorsium Bidang Ilmu, 2006: v dan 2008: 12). Spirit ini konsisten dengan amanat Perpres Nomor 57 Tahun 2005 Pasal 3 ayat (2) bahwa penyelenggaraan program pendidikan tinggi bidang ilmu umum dilakukan untuk “mendukung” program pendidikan tinggi bidang ilmu Agama Islam. Pada tahun 2012 konsorsium bidang ilmu Uin Sunan Gunung Djati Bandung sempat stagnan.
Pada akhir tahun 2015, Konsorsium Bidang Ilmu kembali dibentuk akan tetapi sesuai dengan statuta UIN SGD Bandung namanya berubah menjadi konsorsium keilmuan. Terpilih sebagai ketua adalah Prof. Dr. H. M. Anton Athoillah, MM. dan sekretaris Dr. Irawan, M.Hum. Tugasnya bukan hanya menghidupkan kembali “Spirit Keilmuan (spirit of scientific) Wahyu Memandu Ilmu” sebagai jargon kampus tetapi juga membumikan jargon tersebut menjadi identitas keilmuan UIN Bandung. Konsorsium Keilmuan UIN SGD Bandung kemudian merekayasa diri menjadi suatu sistem pengelolaan kelembagaan akademik yang profesional, efektif dan efisien yakni KK-WMI.
Pertemuan antara Rektor, Guru Besar, Ketua dan Sekretaris serta Kontributor Konsorsium tanggal 27 April 2016 menetapkan bahwa “Spirit Keilmuan Wahyu Memandu Ilmu”, yang didalamnya memuat sejumlah bidang ilmu umum yang dipayungi (dipandu) oleh ilmu-ilmu keagamaan Islam (Islamic Studies/Sciences) atau sebaliknya sejumlah ilmu keagamaan Islam memayungi ilmu-ilmu umum, ditetapkan sebagai bidang kajian universitas yang akan dikembangkan oleh konsorsium. Ini konsisten dengan PMA Nomor 14 Tahun 2015 tentang Statuta UIN Sunan Gunung Djati Bandung Pasal 70 ayat (1) bahwa konsorsium keilmuan disesuaikan dengan bidang kajian universitas.